Setelah mempelajari kegiatan belajar 4 ini diharapkan Anda dapat:
1. menjelaskan arti dan makna persatuan dan kesatuan;
2. menyebutkan landasan hukum persatuan dan kesatuan; dan
3. memberikan contoh pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.

Pokok-pokok Materi terdiri dari:

1. Pengertian persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Makna persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Landasan hukum persatuan dan kesatuan bangsa:
- Pancasila sila – 3
- Pembukaan UUD 1945 alinea IV.
- Pasal 1 ayat 1 UUD 1945.
- Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN.

4. Pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
- Mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia.
- Meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika.
- Mengisi kemerdekaan.
- Mengembangkan semangat kekeluargaan.
- Menghindarkan penonjolan sara dan lain-lain.

PERSATUAN DAN KESATUAN

Sebelum saya menjelaskan kepada Anda tentang uraian materi kegiatan belajar 4, mari kita sama-sama menyanyikan sebuah lagu ….

“Indonesia Pusaka”
Indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya.
Indonesia sejak dulu kala
tetap dipuja-puja bangsa.

Di sana tempat lahir beta
dibuai dibesarkan Bunda
tempat berlindung di hari tua
sampai akhir menutup mata.

Bagaimana menurut Anda tentang lagu tersebut? Apakah Anda merasa tersentuh? Bagus kalau begitu! Entah mengapa saya menyuruh Anda menyanyikan lagu tersebut? Karena di masa kini saya khawatir, masih adakah rasa cinta Anda pada tanah air ini wahai putera-puteri harapan bangsa?

Kita semua merasa prihatin mengapa sesama bangsa Indonesia saling bermusuhan bahkan saling membunuh. Contoh peristiwa di Sambas (Kalimantan) antara suku Madura dengan suku Dayak, Ambon serta di Aceh. Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi di negara kita? yang kita bangun dengan susah payah? Cobalah nak mari kita renungkan! Anda pikirkan! Apa yang harus kita lakukan? Nah … Anda bingung bukan? Oleh karena itulah belajarlah Anda dengan baik, jangan ikut-ikutan tawuran … sebab bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

Baiklah kalau begitu, pada kegiatan belajar 4 akan dijelaskan kepada Anda tentang “Persatuan dan Kesatuan” yang terdiri dari:
1. Pengertian persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Makna persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Landasan hukum persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.

Pengertian Persatuan dan Kesatuan Bangsa

- Persatuan:

Persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah-belah. Persatuan mengandung arti “bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.”

- Indonesia:

Mengandung dua pengertian, yaitu pengertian Indonesia ditinjau dari segi geografis dan dari segi bangsa.

Dari segi geografis, Indonesia berarti bagian bumi yang membentang dari 95° sampai 141° Bujur Timur dan 6° Lintang Utara sampai 11o Lintang Selatan atau wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Indonesia dalam arti luas adalah seluruh rakyat yang merasa senasib dan sepenanggungan yang bermukim di dalam wilayah itu.

Persatuan Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.

Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kita rasakan saat ini, itu terjadi dalam proses yang dinamis dan berlangsung lama, karena persatuan dan kesatuan bangsa terbentuk dari proses yang tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri, yang ditempa dalam jangkauan waktu yang lama sekali.

Unsur-unsur sosial budaya itu antara lain seperti sifat kekeluargaan dan jiwa gotong-royong. Kedua unsur itu merupakan sifat-sifat pokok bangsa Indonesia yang dituntun oleh asas kemanusiaan dan kebudayaan.

Karena masuknya kebudayaan dari luar, maka terjadi proses akulturasi (percampuran kebudayaan). Kebudayaan dari luar itu adalah kebudayaan Hindu, Islam, Kristen dan unsur-unsur kebudayaan lain yang beraneka ragam. Semua unsur-unsur kebudayaan dari luar yang masuk diseleksi oleh bangsa Indonesia.

Kemudian sifat-sifat lain terlihat dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan bersama yang senantiasa dilakukan dengan jalan musyawarah dan mufakat. Hal itulah yang mendorong terwujudnya persatuan bangsa Indonesia.

Jadi makna persatuan dan kesatuan bangsa dapat mewujudkan sifat kekeluargaan, jiwa gotong-royong, musyawarah dan lain sebagainya. Dari penjelasan uraian di atas dapatkah Anda memberikan contoh lain?

Iya … bagus … Nah agar Anda lebih memahami tentang persatuan dan kesatuan bangsa, akan saya jelaskan kepada Anda bagaimana tahap-tahap pembinaan persatuan bangsa Indonesia itu.
Tahap-tahap pembinaan persatuan bangsa Indonesia itu yang paling menonjol ialah sebagai berikut:

a. Perasaan senasib
Saya harap Anda sudah mengerti bukan? Karena di muka telah dijelaskan tentang perlawanan bangsa pada waktu penjajahan Portugis, Belanda, serta bangsa Jepang terhadap bangsa Indonesia. Baiklah yang berikutnya ….

b. Kebangkitan Nasional

c. Sumpah Pemuda

d. Proklamasi Kemerdekaan

Tetapi apabila hal-hal yang berhubungan dengan arti dan makna persatuan Indonesia dikaji lebih jauh, terdapat beberapa prinsip yang juga harus kita hayati serta kita pahami lalu kita amalkan.

Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut:

1)

Prinsip Bhineka Tunggal Ika
Prinsip ini mengharuskan kita mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama dan adat kebiasaan yang majemuk. Hal ini mewajibkan kita bersatu sebagai bangsa Indonesia.

2)

Prinsip Nasionalisme Indonesia
Kita mencintai bangsa kita, tidak berarti bahwa kita mengagung-agungkan bangsa kita sendiri. Nasionalisme Indonesia tidak berarti bahwa kita merasa lebih unggul daripada bangsa lain. Kita tidak ingin memaksakan kehendak kita kepada bangsa lain, sebab pandangan semacam ini hanya mencelakakan kita. Selain tidak realistis, sikap seperti itu juga bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3)

Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab
Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memiliki kebebasan dan tanggung jawab tertentu terhadap dirinya, terhadap sesamanya dan dalam hubungannya dengan Tuhan Yang maha Esa.

4)

Prinsip Wawasan Nusantara
Dengan wawasan itu, kedudukan manusia Indonesia ditempatkan dalam kerangka kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, serta pertahanan keamanan. Dengan wawasan itu manusia Indonesia merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita pembangunan nasional.

5)

Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi
Dengan semangat persatuan Indonesia kita harus dapat mengisi kemerdekaan serta melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Landasan Hukum Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan landasan hukum? Suatu negara perlu memiliki landasan hukum, sebab dengan landasan yang dimiliki oleh suatu negara, maka negara akan menjadi lebih kokoh atau kuat dan tidak terombang-ambing oleh kekuatan luar manapun (dipengaruhi oleh negara lain). Diibaratkan jika Anda ingin membangun rumah, maka yang utama (dasar) dibangun lebih dahulu adalah pondasinya. Dengan dasar pondasi yang kuat bangunan dengan bentuk apapun pasti akan kuat, tidak goyang diterpa badai. Bagaimana Anda mengerti ‘kan?

Landasan hukum persatuan dan kesatuan bangsa antara lain:

a.

Landasan Ideal, adalah Pancasila yaitu sila 3 “Persatuan Indonesia.”

b.

Landasan Konstitusional, adalah UUD 1945 yang terdiri dari:

1)

Pembukaan aline IV: … Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada … persatuan Indonesia.

2)

Dalam pasal-pasal UUD 1945:

· pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik.”

· pasal 30 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa:

a. tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.

b. Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan Undang-undang.
- pasal 32 menyatakan bahwa “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia
- pasal 35:
- pasal 36:
Pada pasal 35 dan pasal 36 coba Anda tulis sendiri …. Nah bisa ‘kan?

c. Landasan Operasional, adalah ketetapan MPR no. IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Untuk penjelasan uraian landasan operasional yang tercantum dalam GBHN, mari renungkan sejenak dan perlu juga Anda pahami bahwa sejarah mencatat beberapa peristiwa penting yang merupakan ujian bagi bangsa kita dalam memupuk persatuan dan kesatuan. Peristiwa sejarah itu antara lain:

1. Pada kurun waktu 1945 – 1950 persatuan dan kesatuan bangsa diguncang oleh peristiwa pemberontakan PKI (1948).

2. Pada kurun waktu 1950 – 1959 persatuan dan kesatuan bangsa agak terganggu oleh beberapa akibat sampingan dari praktek demokrasi liberal.

3. Di ujung kurun 1959 – 1965 terjadi peristiwa yang merupakan ujian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa yaitu peristiwa meletusnya G30S/PKI.

Dengan melihat beberapa peristiwa pahit tersebut kita dapat mengambil suatu hikmah yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Dan dewasa ini, bahaya adanya perpecahan dikatakan dalam GBHN.

“Konflik sosial dan menguatnya gejala disintegrasi di berbagai daerah seperti di Maluku merupakan gangguan bagi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia yang kalau tidak segera ditanggulangi akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Khusus bagi Daerah Istimewa Aceh dan Irian Jaya hal-hal tersebut lebih merupakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah pusat yang perlu segera dikoreksi dengan cepat dan tepat.”

Pengamalan Nilai-nilai Persatuan dan Kesatuan

Kini tibalah saatnya, kita jangan hanya cuma bisa berbicara, berteori tetapi praktekkanlah dalam seluruh aspek kehidupan antara lain:

-

Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Wilayah Indonesia.
Pepatah mengatakan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Oleh karena itu yang perlu kita tegakkan dan lakukan adalah:
a. meningkatkan semangat kekeluargaan, gotong-royong dan musyawarah;
b. meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan;
c. pembangunan yang merata serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;
d. memberikan otonomi daerah;
e. memperkuat sendi-sendi hukum nasional serta adanya kepastian hukum;
f. perlindungan, jaminan serta menjunjung tinggi hak asasi manusia; dan
g. memperkuat sistem pertahanan dan keamanan sehingga masyarakat merasa terlindungi.

-

Meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Untuk uraian berikut ini silahkan Anda baca tentang prinsip Bhineka Tunggal Ika, lalu apa kesimpulan Anda?

-

Mengembangkan semangat kekeluargaan.
Yang perlu kita lakukan setiap hari usahakan atau “budayakan saling bertegur sapa.”
Coba Anda bayangkan jika setiap hari di lingkungan kita, selalu ada percekcokkan, adu mulut, tidak ada sikap saling percaya, dan lain-lain, apa yang harus Anda lakukan? Dan selanjutnya lakukan pengamatan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda. Apa-apa saja yang menurut kebiasaan setempat perilaku tersebut adalah perbuatan yang menunjukkan semangat kekeluargaan?

-

Menghindari penonjolan sara dan lain-lain
Karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama serta adat-istiadat kebiasaan yang berbeda-beda, maka kita tidak boleh melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu yang harus kita hindari antara lain:
a. egoisme
b. ekstrimisme
c. sukuisme
d. profinsialisme
e. acuh tak acuh tidak peduli terhadap lingkungan
f. fanatisme yang berlebih-lebihan dan lain sebagainya.

Demikianlah uraian materi kegiatan belajar 4. Untuk selanjutnya agar Anda lebih memahami uraian materi tersebut, kerjakanlah tugas kegiatan belajar 4. Kemudian cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang ada pada bagian akhir modul. Jika masih ada yang belum cocok/benar, Anda ulangi kembali mempelajari uraian kegiatan belajar 4, terutama pada bagian-bagian yang Anda tidak/kurang mengerti.

PENUTUP

Selamat Anda telah selesai mempelajari modul tentang Persatuan dan Kesatuan.
Dalam situasi negara seperti ini, di mana rasa persatuan dan kesatuan sedikit mengalami hambatan, karena perilaku segelintir orang-orang yang tidak senang serta tidak bertanggungjawab dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sebaiknya Anda segera menindaklanjuti belajar Anda dengan segera menerapkan dalam situasi yang nyata! Ingatlah apabila pengetahuan Anda tidak segera diterapkan maka pengetahuan yang dengan susah payah Anda kumpulkan tersebut akan musnah ditelan masa. Mudah-mudahan apa yang telah Anda pelajari tersebut dapat segera Anda terapkan dan bermanfaat.

Kemudian dari keempat kegiatan belajar ini dapat disimpulkan:

1. Persatuan dan kesatuan penting bagi bangsa Indonesia mengingat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk.

2. Unsur-unsur yang merupakan faktor-faktor penting bagi pembentukan Nasionalisme Indonesia, di antaranya:
a. persamaan asal keturunan bangsa (etnik);
b. persamaan pola kebudayaan;
c. persamaan tempat tinggal yang disebut tanah air;
d. persamaan nasib kesejahteraannya; dan
e. persamaan cita-cita sebagai kesadaran dari inspirasi kenangan masa silam.

3. Nilai-nilai yang terkandung dalam semangat Angkatan 1945 sebagai perwujudan keikhlasan di antaranya melalui:
a. menentang dominasi asing dalam segala bentuknya;
b. pengorbanan seperti pengorbanan harta benda dan jiwa raga;
c. tahan derita dan tahan uji;
d. kepahlawanan;
e. persatuan dan kesatuan; dan
f. percaya pada diri sendiri.

4. Perilaku yang merugikan persatuan dan kesatuan, yaitu kemiskinan, kesenjangan sosial, keterbelakangan, ketergantungan, KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), pencemaran lingkungan hidup, dekadensi moral, apatisme dan ketidakpedulian sosial.

5. Kesetiaan terhadap bangsa dan negara adalah keteguhan hati dan ketaatan terhadap tujuan dan cita-cita bangsa dan negaranya.

6. Salah satu wujud kesetiaan bangsa Indonesia saat ini adalah kesetiaan mempertahankan dan mengembangkan kebersamaan dengan menegakkan nilai-nilai kesetiaan. Kesetiaan itu mencakup kesetiaan terhadap keutuhan bangsa Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, dan kesetiaan terhadap Tata Hukum Indonesia.

7. Kesetiakawanan sosial adalah rasa solidaritas yang melandasi hubungan antar sesama warga masyarakat. Inti solidaritas adalah kesediaan untuk memahami dan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan orang lain.

8. Sikap dan perilaku setia, serta rasa kesetiakawanan sosial perlu dikembangkan sejak dini, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan yang lebih luas.

Untuk memperluas wawasan Anda dalam memahami modul ini, silahkan kerjakan soal-soal Tes Akhir Modul pada Guru Bina, tetapi sebelumnya pelajari kembali uraian materi yang belum Anda pahami. Bila sudah selesai mengerjakan soal, periksalah bersama-sama dengan teman sejawat Anda.

Setiap soal pilihan ganda jika betul diberi nilai 1, untuk soal essay jika betul semua diberi nilai 5. Nilai akhir = jumlah yang betul soal pilihan ganda ditambah jumlah yang betul soal essay lalu dibagi 6. Jika betul semua maka nilainya adalah 60 : 6 = 10.

Apabila Anda memperoleh nilai 7,5 dianggap Anda sudah memahami uraian isi modul ini. Kemudian Anda dapat melanjutkan modul berikutnya. Sedangkan bagi Anda yang memperoleh nilai di bawah 7,5 Anda dianjurkan untuk mengulangi kembali mempelajari modul ini.

Seandainya Anda mengalami kesulitan, janganlah Anda ragu untuk menanyakan kepada Guru Bina, dan saya sarankan bacalah buku sumber lain yang berhubungan dengan pelajaran PPKn.

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=24&fname=ppkn205_22.htm

About these ads